TUGAS SOFTSKILL EKONOMI KOPERASI NON AKADEMIS PENGANGGURAN

TUGAS SOFTSKILL EKONOMI KOPERASI

NON AKADEMIS

PENGANGGURAN

FERRY YONATAN

2EA11

14209371


PENGANGGURAN

 

Di kehidupan masyarakat sekarang ini, semakin banyak ditemui orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan atau yang disebut dengan pengangguran. Kata “pengangguran” tidak mengenal apapun, baik kepada orang-orang yang telah memiliki gelar maupun yang hanya memiliki ijasah SD, SMP, maupun SMA.

 

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.

 

Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalahsosial lainnya.

 

Angka pengangguran tahun 2010 diperkirakan masih akan tinggi, berkisar antara 8-10%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2010 yang diproyeksikan sebesar 5 persen, dinilai tidak akan cukup untuk menyerap seluruh tenaga kerja yang memasuki usia kerja. Namun menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Jumlah penganggur pada Februari 2010 mengalami penurunan sekitar 370 ribu orang jika dibanding keadaan Agustus 2009, dan mengalami penurunan 670 ribu orang jika dibanding keadaan Februari 2009.

 

Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

 

Mendapat predikat lulusan terbaik dari suatu universitas bukan menjadi jaminan untuk bisa langsung bekerja. Indeks prestasi (IP) yang tinggi di atas 3,5 pun bukan jaminan bagi para sarjana segera mendapatkan pekerjaan. Mereka harus keluar masuk kantor mengantarkan lamaran dengan harapan ada lowongan pekerjaan untuk mereka. Malah, dengan alasan mencari pengalaman dulu, para sarjana itu rela bekerja apa saja meski mendapatkan gaji yang kecil.

 

Sebenarnya apasih penyebab yang menimbulkan seseorang yang punya intelegensi tinggi juga tidak punya kesempatan untuk bekerja??? Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang tidak mendapat pekerjaan.

Ø  Kurangnya informasi

Ø  Tidak adanya sistem penerimaan publik

Ø  Sulit menerapkan kepintarannya dalam dunia pekerjaan

 

 

 

 

Hal inilah yang paling besar pengaruhnya dalam dunia kerja sekarang ini, kurangnya informasi dapat menjadi faktor yang paling berpengaruh, hal ini diakibatkan keadaan lingkungan tempat tinggal yang tidak memungkinkan untuk terus meng update informasi tentang lowongan pekerjaan.
Selain itu, sekarang banyak perusahaan yang mengutamakan standar Univesitas daripada standar keahlian masing-masing pelamar kerja. Ataupun adanya sistem KKN dalam suatu perusahaan yang lebih mementingkan orang-orang yang telah memberikan uang terlebih dahulu kepada seseorang yang ada dalam perusahaan sehinggan ia dapat langsung diterima kerja walaupun orang tersebut tidak memiliki keahlian apapun.

Ada juga pengaruh sulitnya membedakan antara kuliah dengan kerja, ini disebakan pengalaman seorang tenaga kerja yang masih belum terasah, maka diperlukan sistem perkuliahan yang bisa mendukung keahlian seseorang dan dapat langsung diterapkan didunia kerja, tapi lagi-lagi pengaruh nama universitas besar tetap tidak dapat di kesampingkan.

 

Sebenarnya masalah pengangguran di Indonesia dapat diatasi dengan mudah. Asalkan pemerintah dapat menerapkan beberapa hal di bawah ini, yaitu :

Ø  Mendorong majunya pendidikan

Ø  Mendirikan pusat latihan kerja

Ø  Pemberian informasi tempat-tempat yang membutuhkan pekerjaan

 

Apabila hal-hal diatas dapat terealisasikan maka pengangguran di Indonesia dapat diatasi dengan baik. Tetapi menurut pendapat saya, cara yang paling tepat dalam mengatasi yang namanya pengangguran adalah dengan berwirausaha sendiri. Selain dapat membuka lapangan kerja baru, berwirausaha sangat mengendalikan nasib sendiri karena dengan berwirausaha diharapkan dapat mampu mandiri serta menjadi bos dalam usahanya / memiliki prinsip yaitu lebih baik digaji daripada menjadi orang gajian.

 

Saya harap pengangguran di Indonesia dapat semakin berkurang dari tahun ke tahun sehingga Indonesia menjadi Negara yang maju. Amien..

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: