PEMBATASAN BBM DAN AKIBATNYA BAGI PERDAGANGAN DI INDONESIA

PEMBATASAN BBM DAN AKIBATNYA BAGI PERDAGANGAN DI INDONESIA

I. PENDAHULUAN

Pengkajian pembatasan BBM bersubsidi sudah dilakukan oleh tim pengawas khusus pembatasan BBM bersubsidi, namun tampaknya susah untuk menentukan opsi terbaik yang tidak akan merugikan masyarakat.

Diketahui, dari pembahasan tersebut terjadi beberapa opsi, seperti harga BBM dinaikkan, mobil pribadi menggunakan premium atau pertamax, kuota untuk konsumsi (penjatahan), subsidi pertamax (untuk sementara), hingga menggunakan Liquied Gas Vehicle (LGV).

Pembahasan itu akan dijalankan dengan cara menanyakan semua opsi kepada eksekutif dan legislatif. Setelah itu dianalisis dengan persepsi pemerintah yang berbeda dengan persepsi DPR. Baru dicocokkan dan dikaji manfaat dan biayanya,
Kita sebagai masyarakat hanya mengharapkan hasil yang terbaik dari pengkajian pembatasan BBM tersebut. Semoga hasilnya tidak menambah beban masyarakat kecil.

Penulis menulis makalah ini dengan tujuan agar para pembaca dapat mengerti dampak yang akan terjadi apabila terjadi pembatasan BBM bagi perdagangan di Indonesia. Penulis pun sangat terbuka menerima pendapat dari para pembaca.

II PEMBAHASAN

Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.Di Indonesia, minyak bumi yang diolah banyak digunakan sebagai Bahan bakar minyak atau BBM, yang merupakan salah satu jenis bahan bakar yang digunakan secara luas di era industrialisasi.

Ada beberapa jenis BBM yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah:

  • Minyak tanah rumah tangga
  • Minyak tanah industri
  • Pertamax
  • Pertamax plus
  • Premium
  • Bio Premium
  • Bio Solar
  • Pertamina DEX
  • Solar transportasi
  • Solar industri
  • Minyak diesel
  • Minyak bakar

Di Indonesia, harga BBM sering mengalami kenaikan disebabkan alasan pemerintah yang ingin mengurangi subsidi. Tujuan dari pengurangan tersebut dikatakan adalah agar dana yang sebelumnya digunakan untuk subsidi dapat dialihkan untuk hal-hal lain seperti pendidikan dan pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, kenaikan tersebut sering memicu terjadinya kenaikan pada harga barang-barang lainnya seperti barang konsumen, sembako dan bisa juga tarif listrik sehingga selalu ditentang masyarakat.Negara penghasil minyak bumi terbesar

Sekarang ini akan diberlakukan program pembatasan BBM kapada kendaraan-kendaraan pribadi. Hal tersebut dilakukan karena praktek pemberian BBM bersubsidi telah salah sasaran. Banyak orang-orang yang memiliki kendaraan mewah tetapi membeli bensin yang bersubsidi.

Menurut saya sistem BBM bersubsidi yang diterapkan sekarang sudah baik hanya saja harus lebih diawasi saja. Apabila pembatasan BBM bersubsidi kepada kendaraan-kendaraan pribadi yang berplat hitam diberlakukan, maka secara otomatis perdagangan atau perekonomian di Indonesia tentang harga barang-barang pasti akan naik dikarenakan ongkos kirim barang tersebut akan mahal akibat dari pembatasan BBM bersubsidi tersebut.

Sebenarnya maksud pemerintah baik,hanya saja kepada kendaraan pribadi yang berfungsi sebagai pengangkut barang-barang konsumsi tidak diberlakukan pembatasan BBM tersebut sehingga harga-harga barang tidak naik dan perdagangan di Indonesia akan baik-baik saja sehingga tidak menyengsarakan rakyat karena kenaikan harga.

Pembatasan BBM tersebut dapat menyebabkan inflasi apabila pembatasan BBM tersebut juga diberlakukan kepada kendaraan umum bukan hanya kepada kendaraan pribadi saja. Tetapi apabila pembatasan BBM hanya diberlakukan pada kendaraan pribadi saja maka tidak akan terjadi inflasi.

Program tersebut memerlukan kesiapan empat hal terlebih dahulu yakni infrastruktur, pelaksana lapangan, sosialisasi, dan antisipasi penyalahgunaan. Kebijakan subsidi dilakukan dengan dua pendekatan, yakni berkeadilan berupa perlindungan rakyat yang tidak mampu dan ketersediaan anggaran.

Komisi VII DPR menyepakati pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi secara bertahap yang dimulai jenis premium di wilayah Jabodetabek, dilakukan akhir Maret 2011. Kesepakatan tersebut dicapai dalam raker Komisi VII DPR dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri ESDM Darwin Saleh, Menkeu Agus Martowardoyo, dan Dirut PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan di Jakarta

Seharusnya Indonesia bisa mendapatkan BBM  yang murah karena Indonesia memiliki SDA yang memadai,tetapi hanya saja Indonesia tidak memiliki SDM yang sangat berkualiatas. Kita hanya menjual bahan mentahnya ke Negara lain untuk dijadikan bahan bakar,setelah menjadi bahan bakar kita membelinya kembali. Apakah kita tidak merasa di “bodoh-bodohi”.

III. PENUTUP

Program tentang pembatasan BBM tersebut sebelum diberlakukan oleh pemerintah harus difikirkan dengan baik tentang dampak-dampak yang akan dirasakan oleh masyarakat apakah memberi keuntungan atau membuat rakyat semakin sengsara? Pemerintah harus bekerja ekstra keras dalam membuat program tersebut agar tidak mengganggu perdagangan di Indonesia.

Apabila program tersebut sudah dijalankan, maka harus ada infrastruktur yang memadai, pelaksana lapangan yang teliti, sosialisasi kepada masyarakay, dan antisipasi penyalahgunaan yang baik serta hukuman yang tegas bagi yang melanggarnya.

Jadi pemberlakuan sistem pembatasan BBM ini diharapkan tidak akan menyengsarakan masyarakat dan pelaksanaanya pun dapat sesuai harapan.

Saran saya apabila pembatasan BBM diberlakukan, kepada kendaraan yang mengangkut barang-barang konsumsi tidak perlu diberlakukan karena apabila diberlakukan maka harga barang-barang konsumsi otomatis menjadi naik dan semoga pemberian BBM bersubsidi dapat diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu sehingga tepat sasaran dan tidak akan ada penyalahgunaan subsidi BBM tersebut. Terima kasih.

GOD BLESS INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: