Metode Riset

Judul : ANALISIS ANTRIAN PADA BANK RAKYAT INDONESIA CABANG PASAR MINGGU

Nama Pengarang : Achmad Ibni

Tahun : Sidang 2008 Penyerahan 2011

Tema : Antrian

–          Latar Belakang Masalah

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata antrian,bahkan kita merupakan bagian dari antrian tersebut. Antrian tidak hanya berupa orang  tetapi  juga bisa berupa barang sampai-sampai banyak orang yang jenuh dan lelah menunggu sampai kapan kita akan bisa dilayani oleh pihak bank tersebut. Maka dari itu pihak dari nasabah banyak yang mencari waktu luang atau hari-hari yang tidak terlalu padat oleh nasabah lain.

Pada bank terdapat beberapa hari sibuk yang terjadi pada minggu pertama dan minggu ketiga setiap bulan dimana terkadang antrian terjadi di luar kapasitas. Bahkan sering sekali kita meninggalkan antrian karena mereka merasa terlalu lama menunggu.

–          Manfaat Penelitian :

Bagi bank adalah untuk mengetahui seberapa efektif tingkat pelayanan teller di cabang Pasar Minggu dengan menggunakan jumlah loket yang ada sampai saat ini, karena hal ini sangat berkaiyan dalam hal pemenuhan tingkat kepuasan nasabah terhadap pelayanan bank BRI.

Bagi penulis adalah untuk memperkaya wawasan penulis di bidang ilmiah

–          Masalah

Untuk mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan nasabah selama di dalam bank, baik sewaktu dilayani maupun sewaktu nasabah menunggu untuk dilayani pada jam sibuk dan jam biasa serta jumlah loket yang optimal yang harus disediakan oleh pihak bank.

–          Tujuan

1.      Untuk mengetahui waktu tunggu dalam antrian dan waktu pelayanan.

2.      Untuk menentukan jumlah teller yang optimal untuk beroperasi pada jam sibuk dan jam biasa.

–          Metode :

Dalam pembuatan penulisan ini, khususnya untuk memperoleh data dan kesimpulan yang objektif. Dan memenuhi permasalahan yang dibahas, maka penulis melakukan berbagai cara untuk memperoleh data sebagai hasil riset.

–          Objek penelitian

Yang menjadi objek penelitian dalam penulisan ini adalah pegawai dan nasabah yang datang untuk melakukan transaksi keuangan di Bank Rakyat Indonesia Cabang Pasar Minggu.

–          Data / Variabel

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data Primer

Data yang diperoleh dari perusahaan secara langsung dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan pegawai dan nasabah bank tersebut

–          Metode Pengumpulan Data / Variabel

Penulis menggunakan tiga cara pengumpulan data yang dibutuhkan untuk penulisan ini :

  1. Wawancara dengan mewawancarai salah satu pegawai bank tersebut.

2.      Observasi dengan mendatangi objek yang bersangkutan secara langsung.

3.      Penulis menggunakan metode Analisis antrian metode Multi Single Chanel Phase.

–          Hipotesis

Ho : Loket yang ada sudah optimal untuk melayani nasabah Bank Rakyat Indonesia Cabang Pasar Minggu.

Ha : Loket yang ada sudah belum optimal untuk melayani nasabah Bank Rakyat Indonesia Cabang Pasar Minggu.

–          Alat Analisis Yang Digunakan

Adapun cara yang penulis gunakan untuk menganalsis data yaitu dengan menggunakan metode Muti Channel Single Phase yaitu terdiri dari beberapa barisan dan fase pelayanan seperti pada bank dimana terdapat beberapa teller.

 

  • Model Penelitian           : Analisis kuantitatif yaitu metode Multi Channel Single Phase, dimana menggunakan dua atau lebih fasilitas pelayanan (channel) yang dialiri oleh antrian tunggal. Adapun Rumus yang digunakan  adalah sebagai berikut :

1.   Tingkat Kegunaan Pelayanan

P = λ / ( Sµ )

2.   Probabilitas tidak ada Pelanggan (Po)

Po =                     1

S-1    (λ / µ)ⁿ     +     (λ / µ)s

Σ

n = 0      n!             S! (1-(λ/Sµ))

3.   Jumlah rata-rata pengunjung dalam antrian ( nq )

nq =          λµ (λ /µ)s ( Po )

( S-1 )!   (Sµ – λ)²

4.   Jumlah rata-rata pengunjung dalam sistem ( nt )

nt = nq + (λ / µ)

5.   Waktu rata-rata dalam antrian ( tq )

tq =               Po                       ( λ/µ) S

µS  ( S! )  (1- (λ/Sµ) )2

6.   Waktu rata-rata dalam system ( tt )

tt = tq + ( 1 / µ )

7.   Probabilitas Waktu menunggu dalam Antrian ( Pw )

Pw = ( λ / µ )S Po

S! (1-(λ/Sµ) )

 

 

 

Hasil dan Kesimpulan :

Hasil

Jumlah kedatangan nasabah selama 5 (lima) hari pada Bulan Juni 2008. Dengan melihat rata – rata jumlah kedatangan nasabah Bank Rakyat Indonesia Cabang Pasar Minggu (µ) 30 nasabah/jam, dan waktu rata – rata antrian (tq) sebesar 0,00159 jam atau 0,0954 menit dan masih dibawah 50% maka dapat dikatakan bahwa Bank Rakyat Indonesia Cabang Pasar Minggu tidak terdapat antrian yang lama, sehingga para nasabah yang datang tidak terlalu jenuh dan bosen untuk menunggu. Kemudian jika melihat probabilitas tingkat pelayanan (P) dari loket teller sebesar 0,4899 atau 48,99% maka dapat dikatakan kurang memadai karena kurang dari 50%, sehingga dapat memperlambat pelayanan pada nasabah. Kemudian jika melihat waktu rata-rata nasabah menunggu sebesar 0,1217 nasabah, maka dapat dikatakan bahwa tidak adanya nasabah menunggu terlalu lama.

Kesimpulan

Tingkat penggunaan fasilitas pelayanan yang disediakan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Pasar Minggu untuk melayani kedatangan nasabah yang ingin melakukan transaksi tabungan dapat memberikan kemudahan terhadap pelayanan yang diberikan. Dengan adanya fasilitas pelayanan maka, transaksi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah dan dapat dikatakan tingkat kegunaan pelayanan nasabah pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Pasar Minggu sebesar 48,99% maka dapat dikatakan kurang baik tapi tidak terjadi antrian yang terlalu lama dan nasabah tidak terlalu bosan dan jenuh untuk menunggu mendapatkan fasilitas pelayanan tersebut. Fasilitas yang tersedia setoran tabungan, penarikan tabungan dan transfer untuk melakukan transaksi terhadap nasabah, dan waktunya telah diatur sehingga waktu untuk melakukan pelayanan dari satu transaksi terhadap transaksi yang lain adalah konstan. Tingkat kedatangan nasabah rata-rata selama 5 (lima) hari pada Bulan Juni 2008 adalah sebanyak 73,49 nasabah. Dengan hasil yang telah didapat oleh penulis, maka Bank Rakyat Indonesia Cabang Pasar Minggu tidak perlu menambah fasilitas pelayanan, karena pelayanan yang dilakukan telah mencapai hasil yang baik.

Saran dan Usulan

Fasilitas pelayanan yang diberikan oleh Bank Rakyat Indonesia Cabang Pasar Minggu, kurang efektif dalam melayani nasabah yang datang, namun sebaiknya pelayanan harus lebih dapat ditingkatkan dan dijaga untuk meningkatkan kepuasan nasabah yang datang. Dalam melakukan pelayanan diharapkan para teller atau karyawan dapt lebih meningkatkan kepuasan para pelanggan sehingga para pelanggan tidak beralih ke Bank yang lain

 

 

 

Judul : ANALISIS ANTRIAN NASABAH PADA BANK MANDIRI KANTOR UNIT JATIBENING BEKASI

Nama Pengarang : Andri Yanto Kurniawan

Tahun : 2011

Tema : Antrian

–          Latar Belakang Masalah

Persaingan bisnis di dunia perbankan sudah semakin ketat khususnya persaingan dalam bank swasta. Oleh karena sebab itu bank swasta harus selalu memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan untuk menarik banyak nasabah. Selain memberikan kemudahan dan memperbanyak penawaran produk perbankan, bank juga harus memberikan kemudahan dalam bertransaksi kepada nasabahnya. Khususnya pada saat para nasabah melakukan penyetoran dan penarikan uang. Pada saat itu sering terjadi antrian yang sangat panjang terlebih bila bank yang bersangkutan mempunyai nasabah yang banyak dan tidak didukung oleh system transaksi melalui ATM atau online. Antrian yang sangat panjang sangat mengecewakan dan membosankan bagi para nasabah,hal ini juga dapat mempengaruhi citra nasabah terhadap bank tersebut.

–          Manfaat Penelitian

 

  1. Manfaat akademis untuk dapat mengetahui bagaimana cara mengatasi proses antrian yang terjadi dan apakah perlu penambahan fasilitas pada bank Mandiri kantor unit Jatibening Bekasi.
  2. Manfaat praktis memperbaiki pelayanan pada kasir bank Mandiri Jatibening Bekasi.

 

–          Masalah

1.      Berapa jumlah kedatangan nasabah bank Mandiri kantor unit Jatibening Bekasi.

2.      Berapa besar waktu mengatur atau seberapa maksimalkah pelayanan bagi semua loket bank Mandiri kantor unit Jatibening Bekasi.

–          Tujuan

1.      Untuk menganalisis antrin pada kasir bank.

2.      Untuk menentukan jumlah kasir yang sebaiknya dioperasikan pada hari sibuk yaitu hari senin sampai jumat. Hari sibuk tanggal 1 – 15 pada awal bulan dan hari tidak sibuk 16 – 30 akhir bulan

 

 

–          Metode :

Dalam pembuatan penulisan ini, khususnya untuk memperoleh data dan kesimpulan yang objektif. Dan memenuhi permasalahan yang dibahas, maka penulis melakukan berbagai cara untuk memperoleh data sebagai hasil riset.

–          Objek penelitian

Yang menjadi objek penelitian dalam penulisan ini adalah tingkat pelayanan pada nasabah Bank Mandiri kantor Unit Jatibening Bekasi

–          Data / Variabel

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data Primer

Data yang diperoleh dari perusahaan secara langsung dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan pegawai dan nasabah Bank Mandiri Kantor Unit Cabang Bekasi dengan meneliti tingkat kedatangan rata-rata pelanggan, waktu pelayanan rata-rata, jumlah nasabah, jumlah fasilitas pelayanan, variable lain.

–          Metode Pengumpulan Data / Variabel

Penulis menggunakan tiga cara pengumpulan data yang dibutuhkan untuk penulisan ini :

  1. Lapangan dengan mendatangi objek yang bersangkutan untuk mendapatkan data-data yang diperlukan.
  2. Wawancara yaitu dengan mendatangi dan memberikan pertanyaan kepada salah satu karyawan khususnya satpam dan karyawan bagian loket

 

–          Hipotesis

Ho : Loket yang ada sudah optimal untuk melayani nasabah Bank Mandiri Kantor Unit Cabang Bekasi.

Ha : Loket yang ada sudah belum optimal untuk melayani nasabah Bank Mandiri Kantor Unit Cabang Bekasi.

–          Alat Analisis Yang Digunakan

Adapun cara yang penulis gunakan untuk menganalsis data yaitu dengan metode Multi Single Chanel Phase terjadi kapan saja dua atau lebih fasilitas pelayanan dialiri oleh antrian tunggal seperti pada pembelian tiket yang dilayani oleh lebih dari satu loket pelayanan.

 

NOTASI PENJELASAN UKURAN
 

l   =    Jumlah Kedatangan Nasabah

Lama Pengamatan

1/m =     Jumlah Lama Pelayanan

Jumlah Kedatangan Nasabah

m   =                  60 Menit

Waktu Pelayanan Rata-rata

 

n

 

S

 

 

Tingkat Kedatangan Rata-rata

Waktu Pelayanan Rata-rata

Tingkat Pelayanan Rata-rata

 

Jumlah Nasabah

 

Jumlah Fasilitas Pelayanan

 

Unit / Jam

 

Jam / Nasabah

 

Unit / Jam

 

 

Unit

 

Unit Pelayanan

 

nq =       lm (l/m) s ( Po )

(S-1)! (Sm-l)2

 

 

Jumlah Rata-rata Nasabah  Menunggu untuk Di layani dalam Antrian

 

 

Unit

 

nt = nq +      l

m

 

Jumlah Rata-rata Nasabah

dalam Sistem

 

 

Unit

 

tq =             Po                     l       S

mS (S!) (1-(l/Sm)) 2 m

 

 

 

 

Waktu Rata-rata dalam

Antrian

 

Jam

 

 

 

tt = tq + ( 1 / m )

 

 

Waktu Rata-rata dalam

Sistem

 

 

 

Jam

 

P = l / ( Sm )

 

 

Tingkat Kegunaan Karyawan

 

 

Ratio

 

 

Po =                       1

S-1

S      l / m    n +       ( l/m )s

n = 0       n !           S! (1-(l/Sm))

 

 

 

Probabilitas Tidak Ada Nasabah dalam Sistem

 

 

 

 

 

Frekuensi Relatif

 

E ( CS ) = SCs

 

 

Biaya Penambahan Fasilitas  Pelayanan

 

 

Rp / Jam

 

Pw =       l     S Po

m             S! (1-(l/Sm))

 

 

Probabilitas Waktu untuk Menunggu Dalam Antrian

 

Frekuensi Relatif

 

  • Model Penelitian           : Dengan menggunakan model matematis uji teori antrian dengan model metode Multi Channel Single Phase. Multi Channel Single Phase adalah metode yang digunakan untuk dua atau lebih fasilitas pelayanan yang dialiri oleh antrian tunggal.

 

Hasil dan Kesimpulan :

Hasil

Dengan membuka 4 Teller jumlah rata-rata nasabah menunggu dalam antrian ( 1 nasabah ) dan jumlah rata-rata nasabah dalam sistem ( 4 nasabah ) lebih sedikit  dibandingkan dengan membuka 3 teller dengan jumlah rata-rata nasabah menunggu dalam antrian ( 16 nasabah ) dan jumlah rata-rata nasabah dalam sistem ( 18 nasabah ).

Jika dilihat dari waktu rata-rata nasabah menunggu dalam antrian ( 1,02 menit ) dan waktu rata-rata nasabah dalam sistem ( 4,12 menit ) dengan membuka 4 teller lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan membuka 3 teller dengan waktu rata-rata nasabah menunggu dalam antrian ( 15,06 menit ) dan waktu rata-rata nasabah dalam sistem ( 18,16 menit ).

Sedangkan jika dilihat dari tingkat kegunaan karyawan teller ( 94,6 % ) dan waktu menganggur karyawan sebesar 5,4 % ( 100 % – 94,6 % ) dengan membuka 3 teller lebih optimal dibandingkan dengan membuka 4 teller dengan tingkat kegunaan karyawan teller ( 71 % ) dan waktu menganggur karyawan sebesar 29 % ( 100 % – 71 % ).

Kesimpulan

  1. Apabila dioperasikan 3 teller pada hari kerja, akan terjadi antrian rata – rata 16 nasabah. Dan waktu rata – rata nasabah dalam antrian adalah 15,06 menit. Sedangkan jika dioperasikan 4 teller akan terjadi antrian rata – rata 1 nasabah dan waktu rata – rata nasabah dalam antrian adalah 1,02 menit, sedangkan dengan menggunakan 2 teller akan terjadi antrian rata – rata 25 nasabah dan waktu rata – rata nasabah dalam antrian 40 menit.

 

  1. Jumlah teller yang disediakan Bank Mandiri Kantor Unit Cabang Bekasi belum optimal dan diperlukan tambahan teller baru karena terjadi perbedaan yang  cukup besar dalam antrian.

Saran dan Usulan

Dengan hasil yang didapat perlu direkomendasikan kepada Bank Mandiri Kantor Unit Cabang Bekasi untuk menambah teller baru, karena jumlah teller yang disediakan belum mampu mengatasi antrian nasabah. Selain itu Bank Mandiri Kantor Unit Cabang Bekasi harus meningkatkan pemasaran produk  – produk bank untuk meningkatkan jumlah nasabah dan mengoptimalkan karyawan teller, dan sebaiknya Bank Mandiri Kantor Unit Cabang Bekasi  menambah 1 ( satu ) buah teller menjadi 4 buah teller.

Judul :  ANALISIS ANTRIAN NASABAH BANK MANDIRI CABANG TANJUNG PRIOK JAKARTA UTARA

Nama Pengarang :  Farah Hasanah

Tahun : 2011

Tema : Antrian

–          Latar Belakang Masalah

Suatu antrian dalam system jasa pelayanan sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari apalagi seperti kota Jakarta yang biasa kita lihat suatu antrian panjang ada diman-mana. Hal ini dapat disebabkan oleh relative terbatasnya sumber daya yang sebagian besar beroperasi dalam system jasa,ekonomi,dunia usaha. Antrian yang panjang dan juga lama dalam mendapatkan giliran layanan jasa tersebut memang membuat kita bosan dan sangat menyebalkan dalam menunggunya.

–          Manfaat Penelitian

Untuk menambah wawasan dan bahan perbandingan bagi peneliti selanjutnya

–          Masalah

Proses antrian yang terjadi pada bank Mandiri untuk menentukan jumlah loket optimal yang sedang dioperasikan pada setiap hari kerja

–          Tujuan

1.      Untuk menganalisi antrian yang terjadi pada loket – loket tersebut.

2.      Untuk menentukan jumlah loket yang harus dioperasikannya setiap hari kerja serta untuk mengetahui perbedaan biaya  yang dilakukan.

–          Metode :

Dalam pembuatan penulisan ini, khususnya untuk memperoleh data dan kesimpulan yang objektif. Dan memenuhi permasalahan yang dibahas, maka penulis melakukan berbagai cara untuk memperoleh data sebagai hasil riset.

–            Objek penelitian

Yang menjadi objek penelitian dalam penulisan ini adalah pegawai dan nasabah yang datang untuk melakukan transaksi keuangan di Bank Mandiri Cabang Tanjung Priok Jakarta Utara.

–          Data / Variabel

Data yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian, antara lain :

a.  Data Primer

Data yang diperoleh dari perusahaan secara langsung dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan pegawai bank tersebut.

b.  Data  Sekunder

Data sekunder didapatkan secara tidak langsung melalui studi pustaka dimana pengambilan data ini dimaksudkan untuk mendapatkan data-data yang mendukung penulisan ini yang tidak diperoleh dari bank.

–          Metode Pengumpulan Data / Variabel

Penulis menggunakan tiga cara pengumpulan data yang dibutuhkan untuk penulisan ini :

  1. Studi pustaka : penulisan ilmiah dilakukan dengan menggali data-data yang berasal dari buku-buku maupun tulisan-tulisan yang berkaitan dengan pokok masalah.
  2. Studi lapangan : penulis melakukan pengumpulan data dan peninjauan langsung.

 

–          Hipotesis

Ho : Loket yang ada sudah optimal untuk melayani nasabah Bank Mandiri Cabang Tanjung Priok.

Ha  : Loket yang ada sudah optimal untuk melayani nasabah Bank Mandiri Cabang Tanjung Priok.

–          Alat Analisis Yang Digunakan

Adapun cara yang penulis gunakan untuk menganalsis data yaitu dengan menggunakan Metode Multi Channel Single Phase terjadi kapan sja dua atau lebih fasilitas pelayanan dialiri oleh antrian tunggal seperti pada pembelian tiket yang dilayani oleh lebih dari satu loket pelayanan.

 

Melakukan Analisa uji antrian
• Model Penelitian : Metode Multi Channel Single Phase, rumus yang digunakan adalah sebagai berikut

1. Tingkat kedatangan rata-rata nasabah per jam ( λ) =
= Jumlah Kedatangan Nasabah / ( Lama Pengamatan )

2. Waktu Menunggu Rata-rata =
3. Waktu pelayanan rata-rata ( 1 / µ) :
1 / µ = Jumlah Waktu Pelayanan / Jumlah Kedatangan Nasabah
4. Tingkat Kegunaan Pelayanan
P = λ / ( Sµ )
5. Probabilitas tidak ada Pelanggan (Po)
Po = 1
S-1 (λ / µ)ⁿ + (λ / µ)s
Σ
n = 0 n! S! (1-(λ/Sµ))
6. Jumlah rata-rata pengunjung dalam antrian ( nq )
nq = λµ (λ /µ)s ( Po )
( S-1 )! (Sµ – λ)²
7. Jumlah rata-rata pengunjung dalam sistem ( nt )
nt = nq + (λ / µ)
8. Waktu rata-rata dalam antrian ( tq )
tq = Po ( λ/µ) S
µS ( S! ) (1- (λ/Sµ) )2
9. Waktu rata-rata dalam system ( tt )
tt = tq + ( 1 / µ )
10. Probabilitas Waktu menunggu dalam Antrian ( Pw )
Pw = ( λ / µ )S Po
S! (1-(λ/Sµ) )
Hasil dan Kesimpulan :
Hasil
Dengan membuka 9 Teller jumlah rata-rata nasabah menunggu dalam antrian ( 1 nasabah ) dan jumlah rata-rata nasabah dalam sistem ( 8 nasabah ) lebih sedikit dibandingkan dengan membuka 8 teller dengan jumlah rata-rata nasabah menunggu dalam antrian ( 4 nasabah ) dan jumlah rata rata nasabah dalam sistem ( 11 nasabah ). Jika dilihat dari waktu rata-rata nasabah menunggu dalam antrian ( 0,026 jam atau 1,56 menit atau 93,6 detik ) dan waktu rata-rata nasabah dalam system ( 0,164 jam atau 10,24 menit atau 614,4 detik ) dengan membuka 9 teller lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan membuka 8 teller dengan waktu ratarata nasabah menunggu dalam antrian ( 0,084 jam atau 5,04 menit atau 302,4 detik ) dan waktu rata-rata nasabah dalam sistem ( 0,222 jam atau 13,32 menit atau 799,2 detik ) Sedangkan jika dilihat dari tingkat kegunaan karyawan teller ( 87,2 % ) dan waktu menganggur karyawan sebesar 12,8 % ( 100 % – 87,2 % ) dengan membuka 8 teller lebih optimal dibandingkan dengan membuka 9 teller dengan tingkat kegunaan karyawan teller ( 77,5 % ) dan waktu menganggur karyawan sebesar 22,5 % ( 100 % – 77,5 % ).
Kesimpulan
Bahwa dengan mengoperasikan 8 buah teller Bank Mandiri Cabang Tanjung Priok Jakarta Utara bisa melayani nasabahnya dengan rata-rata waktu tunggu untuk nasabah selama 5,04 menit dengan tingkat kegunaan karyawan sebesar 87,2 %. Sedangkan jika Bank Mandiri Cabang Tanjung Priok Jakarta Utara mengoperasikan 9 buah teller waktu rata-rata tunggu untuk nasabah berkurang menjadi 1,56 menit dengan tingkat kegunaan karyawan yang lebih rendah sebesar 77,5 %.

Saran dan Usulan
1. Untuk memanfaatkan waktu menganggur karyawan teller sebaiknya PT. Bank Mandiri ( Persero ) Tbk Cabang Tanjung Priok Jakarta Utara menganekaragamkan atau menambah bentuk pelayanan nasabah di teller, contohnya pembayaran pajak, pembayaran rekening listrik dan telepon, pembayaran gaji karyawan.
2. Meningkatkan pemasaran terhadap produk-produk bank untuk meningkatkan jumlah nasabah dan mengoptimalkan karyawan teller.
3. Merekomendasikan kepada PT. Bank Mandiri Cabang Tanjung Priok Jakarta Utara dalam jumlah teller yang dioperasikan dari 8 buah teller menjadi 9 buah teller.

http://library.gunadarma.ac.id

http://repository.gunadarma.ac.id

 Pak Prihantoro

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: